Selasa, 13 Desember 2016

kesadaran tentang diri


Pulang kerja saya langsung di berondong pertanyaan sulit sama anak mertua  yaah,,apa yang dimaksud kesadaran diri. Bingung dengan maksud tersebut saya tanya bagaimana bisa dapat pertanyaan begitu. Ujung-ujungnya adalah lihat pengajiannya emha tentang kesadaran yang dipinjamkan untuk menyadari keberadaan manusia dan asal usulnya bagaimana kesadaran ini mengakibatkan perubahan tentang bagaimana entitas bernama manusia dan akan kemana. Ah,,,ini mirip nostalgia saat saya menelusuri jalan sunyi beberapa tahun yang lalu setelah keputus asaan tentang pencarian makna hidup. persis dengan sahabat saya setelah ditinggal pergi oleh kekasihnya bagaimana menahan rindu terhadapnya sampai hingga suatu malam di atas keperihan dia bertanya pada diri sendiri : begini rasanya merindukan manusia, bagaimana pedihnya saat saya merindukan penciptanya.

Dan,,,cliiing,,,sahabat saya ini seperti memperoleh pencerahan dan mulailah perjalanan spiritualitasnya hingga bertemu dengan saya. Bedanya sahabat saya benar-benar menempuh jalan sunyi, menjauh dari materi, sedang saya menjauh dari persepsi tentang materi itu sendiri, dan ketemunya juga kebetulah sama-sama rehat dari pekerjaan yang sama. Nahhh,,,kembali dari pertanyaan dasri anak mertua, saya ditunjukkan orasinya cak Nun,,,dan saya tersenyum sendiri, bagaiamana beliau menjelaskan materi, manusia dari sisi fisika kuantum, yang berujung materi adalah gelombang, dan semesta seisinya adalah resinansi (fayakun) dari sebab utama (kun). Jadi,,,bintang, matahari tercipta atas resonansi kun jadi fayakun, artinya kita tercipta dari zat yang sama dan berujung dari zat yang paling awal. Belum lagi  peneliti fisika mengatakan bahwa seluruh penciptaan semesta ini diawalai oleh sebuah kesadaran, bukan dengan sebuah kebetulan. Sehingga jika manusia sebagai entitas memiliki kesadaran tentang dirinya, pertanyaannya darimana kesadaran itu berasal.

Maka mengalirlsah cerita tentang proses kesadaran ini yang menurut cak Nun adalah resonansi dari kesadaran yang paling Utama dan saya meterjemahkannya adalah proses dari : tiada - mengada - meniada. Jadi untuk mengetahui sumber kesadaran itu sendiri, yang harus di maknai adalah manusia harus merasa kecilo di tengah makro kosmos ciptaan Tuhan, kesadaran manusia kecil dan akan makin mengecil sampai sebesar atom dan pada saat itu maka entitas bernama broken wing, manusia akan lenyap mengalir dan berputar bersama makro kosmos lainnya. Pada saast itu kesadaran manusia tentang ruang dan waktu lenyap semua bertasbih mengelilingi dan tawaf mirip perputaran semesta.

Tumben2 nya nyonya ngasih pertanyaan seberat itu membuat mata ini berkaca-kaca karena senyumnya mirip Adinda, anak semata wayang saya, dan saya bilang sejak lama pengen ketemu nabi Khidir yang konon tidak wafat sampai kiamat mau nanya aja gimana kabar Adinda disana, kalau boleh nanti pas kita bertamu ke rumahNya, tolong ajak dia, bukankah beliau bisa menafikan ruang dan waktu,,,,ahhhh tiba-tiba kami berkaca membayangkan andai keajaiban itu bisa terjadi, entah ini sebuah kesadaran atau lamunan yang jelas sama-sama indahnya.

Jumat, 11 November 2016

Kesuksesan

Ini saya copas dari "jendela" yang saya kagumi karena kejernihannya melihat kehidupan,  Gede Prama

Ini bahan renungan tentang kesuksesan

Tatkala muda, sukses berarti mendapatkan sesuatu sehingga terlihat lebih dibandingkan orang lain. Maklum, masih muda. Utk diwaspadai sejak awal, sukses spt ini berumur pendek, bisa membuat seseorang terasing dlm tubuh sendiri, sebagian bahkan roboh. Begitu bertumbuh dewasa, sukses adl menemukan kebahagiaan melihat orang2 yg dicintai bahagia. Anak2 sekolah di tempat yg indah, pasangan hidup bahagia bertumbuh bersama kita, bisa merawat orang tua di umur tua. Dan begitu dekat dg rumah jiwa, sukses adl serangkaian rasa berkecukupan yg sangat mendalam. Jika di awal sukses dicari krn ada rasa lapar mendalam di dalam, di tingkatan ini sukses adl menemukan kembali rasa berkecukupan yg sdh ada sejak awal di dalam. Sesampai di sini, doanya cuma satu: "terimakasih".. bellofpeace.org

Senin, 07 November 2016

Intermesosmed

Ditengah2 mendung yang makin pekat, Broedin van Klompen, sahabat saya tiba-tibs dateng ngamuk sambil ngancam saya mau di adukan sama nabi khidir agar hidung saya dimampetin dua- duanya biar ga bisa nafas dan nafasnya lewat mulut megap2 koyo iwak teri.

" wing ente tu sudah mulai kurang ajar ya,mentang2 sekarang sudah jadi orang"
" opomaneh diiin,klo ga orang opo aku iki urang?"
"Ente ngomong opo sama malaikat jibril,sama nabi khidir sampe saya disuruh negur ente wing"
" haahh kapan aku ketemu beliau diinn,kubam (mabuk) ente din"
" tadi malem dalam mimpi beliau berdua dateng terus bilang diin ingetin sohib ente broken wing,  ko ga bosen jadi orang?jadi mentang2 sudh jadi orang ente gitu ya sekarang?"

"Oalahhhh iku to diin,sek saya nanya: kamu itu orang bukan?"
"Sebelum lahir aku tak bernama,entitas yang berupa ruh,setelah lahir ke dunia,entitasku berubah jadi manusia,orang"
"Terus tugasmu sebagai orang didunia iki opo?" broedin celingukan
"Jare kyaiku wing,,liya'budun" hahahaaa,,,gantian aku tertawa,broedinn gantian bengong.

" kemelipen diinnn wong kamu baru tingkatan orang, arep naik pangkat jadi abdullah ae grewelannnn"
"Lahhh maksud sampeyan opo?"
"Ente bisa jadi abdullah alias hamba Tuhan jika seluruh hidup,matimu ditujukan padaNya,wong ente parkir sepi ae sek misuh-misuh jancuk2, sing mbok pisuhi iku sopo tuhan diinn"

" husss ojo banter2 wing aku sebagai muslim kadang khilaf gapapa"
" hahaha,,,ente abdulah durung lulus ae ko meng-klaim diri muslim, nek wes muslim iku din jare kyaimu,jangankan hidup matimu buat Tuhan,seluruh sel,rambut atas bawah,keringetmu bahkan nasib saudaramu yang terpapar penderitaan kamu ga bs diem, koen sanggup tah ndelok dulurmu koyo suku anak dalam terusir dari tanahnya, koen iso opo?"

tiba2 broedin terdiam dan menangis
" kesanggupanku sek dadi orang wing, bener ente,ndelok semua itu isoku hanya mengadu marang gusti ingkang maringi gesang,aku mungkin malah ga pantas jadi entitas bernama manusia,jadi orang, pantesku cuma jadi kotoran,debu" makin keras tangis brodin
" broken wing,andai ada yang bisa aku lakukan kecuali menangis apapun akan aku lakukan"

"Sejak kapan kamu seenaknya ganti jenengku din,kono wadulo nang nabi khidir?"
"Sudah broken wing, aku cuma dikongkon belajar dadi wong,orang yang bener bener orang,piye carane ?"
" mbuhh din aku yo sek bingung opo aku iki wong opo gak"broedin pun mengangguk2 sesenggukan, tiba2 dhuarrr petir menyambar menggelegar
" jancuukkk" kami pun misuh bareng2 trs saling menoleh,dan tertawa " awake dewe pancen durung lulus dadi orang wing"

Sabtu, 22 Oktober 2016

Anak kita adalah cahaya

Anak kita dilahirkan sebagai cahaya, tugasnya menuntun kita kembali di jalan-jalan cahaya, anak kita bukan milik kita,  kita sebenarnya milik mereka

Anak kita sebenarnya cahaya, kita dikenalkannya dengan ketulusan namun kita mengabaikannya dengan mengenalkannya keserakahan

Anak kita adalah cahaya, dikenalkannya kita berbagai keindahan, kenaifan dan spontanitas,  namun kita mengenalkannya berbagai prasangka

Anak kita sejujurnya adalah cahaya, dikenalkannya kita spiritualitas, namun kita mengenalkannya berbagai macam benda, hingga hilang keasliannya

Anak kita adalah cahaya, dan kita menjadikannya berbagai macam cara seolah ini mainan milik kita dan tiba2 kita merasa memilikinya

Saat Tuhan mengambilnya kembali, kita tersadar kehilangan adalah sebuah cara untuk memahami keabadian itu ada, kefanaan adalah sementara

Selasa, 18 Oktober 2016

Lekang

lekang
seperti menguntai mimpi dengan sekali tiupan
ia mencari kemana sebenarnya hidup berkehendak
dijemari yang rindu akan kebaikan ia berwujud doa
dikaki penari ia menjelma menjadi ritme spiritual
ditangan pendosa ia menjelma jadi air mata sesal
ditengah sunyi ia menjadi raja keabadian
jadi,,,
ketika senyum tak lagi bisa menyejukkan
hanya ada satu yang akan men-sirna nya
Ia

Sabtu, 15 Oktober 2016

Nine to eleven

Larut ketika malam bersiap dengan sepenggal pengalaman yang menyita tenaga setelah siangnya bergelut dengan semua makalah dan resume, bicara tentang strategi, berakhir dengan seberapa dalam seseorang diukur kesungguhannya kalau bukan dengan kejujuran.

Banyak yang telah lama menghadapi medan pertempuran kehidupan kehilangan pegangan dan keyakinan untuk apa pertempuran ini? prajurit yang terseok kehilangan motivasi, kehilangan gairah untuk menyongsong esok dengan gelegar pertempuran yang lebih besar karena mereka sibuk bertempur dengan diri sendiri.

Prajurit muda yang semestinya masih punya idealisme namun tanggal di tengah laju jaman yang menafikan kejujuran dan ketangguhan, mereka lah yang kalah sebelum berperang akan teronggok di sudut hidup jadi sampah peradaban sembari bertanya apa yang salah

Dunia adakah milik mereka yang sabar, bukan serakah,  dunia adalah milik orang yang ikhlas bukan yang loba. Dunia mirip dengan pohon, bergerak dalam diam, mirip dengan air mewakili kelenturan dan mengalir. Dunia juga lebih menyukai kelembutan evolusi, bukan kecepatan revolusi. Dunia memilih keseimbangan dikotomi bukan bandul yang berat sebelah.

Andai mereka ada, dimanakah tempatnya sekarang. Mereka sedang bergerak dalam diam, berkarya tanpa pengakuan, berjibaku untuk kebaikan dan keindahan.  Menyusuri ikhlas demi sebuah tugas mulia yaitu penghambaan padaNya, pendar cahayaNya hingga kelak mereka meniada

Minggu, 09 Oktober 2016

Cinta pada segenggam doa

Kita mungkin berjarak dalam dimensi ruang waktu

Kita mungkin pernah meyakini ada tali imaginer yang senantiasa mengikat

Kita mungkin pernah menangisi dan menertawai hal yang sama

Dan tiap detik yang kita lewati bahkan ribuan yang akan kita lewati tak berarti apa-apa jika tiap jejaknya menuliskan kalimat rindu belaka

Tiap tangis yang selalu saja mengalir hanya fragmen kegembiraan, bukan kesedihan sebab saat itu kita sedang bicara dalam bahasa diam

Bukankah di aliran ritmis yang selalu menguntai di setiap genggaman tasbih bermakna doa untukmu dan pada saat yang sama tanganmu menengadah meminta Cinta hanya satu kekuatan yang harus senantiasa terjaga

Adinda sayangku,,, kehidupan dunia teramat singkat untuk diabaikan dengan meratapi kepedihan dan dibuat berlalu tanpa menanam jejak kebaikan

Tak ada alasan bukan, jika tempatmu adalah yang terbaik di surga, untuk mencapainya dari sini juga berada di jalan-jalan kebaikan (dirimu berbisik: jalan itu sunyi ayah, tak semua mau dan sanggup melaluinya)

Yaa,, yaaa,, namun andai melalui kebaikan tak bermakna kenyamanan dan kehidupan tak selinier logika bahkan kadang menyisakan sesak di dada,ayah tetap disana

Apapun itu jika bermakna Cinta, uhmmm,,, ayah dan mama tetap akan menggenggamnya dalam doa mirip rinai hujan sayang,,,biarkan itu membasahi langit,,,
(ahh..kenapa dirimu tersenyum begitu)

#sore di sudut kota saat hujan basahi tanahMu dalam eksotika cinta