Selasa, 11 Maret 2014

Karma versi kang Karmani


Namanya Karmani,,,seorang guru SD yang mengajar kesenian khususnya tari di sebuah SD disebuah desa yang jauh dari hiruk pikuk kota. Orang memanggilnya Kang Man kadang Kang Karman, dia bisa ditemui kalau habis ngajar di warung kecil  ujung jalan tempat mangkal tukang ojek dan beberapa petani yang kebetulan mampir kesana.
Saya menemuinya karena kebetulan terjebak macet lantas ambil jalur alternatif  dan berhenti sekedar ngopi disana. Kebetulan siang itu hanya ada saya dan kang Man sehingga kami bisa ngobrol ngalor ngidul tentang apapun terutama sepak bola karena kami punya selera yang sama, sama-sama pendukung the Blues :-)

Yang membedakan Kang Karman dengan orang yang lain dan itu membuat saya terkejut adalah filosofi hidupnya. Jebolan sekolah tinggi seni tari yang mengabdikan dirinya di sebuah SD terpencil butuh pengorbanan. Buat dia hidup ini sebenarnya me-nari-kan tarian yang telah diciptakan oleh Tuhan. Tentu saja saya bengong. Baginya keselarasan hubungannya dengan sang pencipta, kehalusan dalam memahamiNya seperti menghayati sebuah tarian. Karena keindahannya disana, katanya. Jadi katanya, suka atau tidak orang akan menari tarian yang diciptakanNya, ada yang kagok, ada yang ragu, ada yang bengong seperti saya. Semua akan dilihat Tuhan dengan senyum. Lantas apa hubungannya dengan karma?

Kang Karmani, entah namanya kebetulan, dia tidak mempercayai karma, saat saya bilang apa bedanya dengan hukum sebab akibat, dia bilang mirip tapi tidak sama. Hubugan sebab akibat dia percayai adanya, berbuat langsung menuai. Kalau pemahaman karma adalah akibat yang diterima dari perbuatan yang tak dilakukannya, buat dia, itu pemikiran yang naif. Misal karena sebab orang tuanya, anaknya yang menerima akibatnya. Itu melecehkan kata kang Man karena memposisikan Tuhan sebagai terdakwa. Hampir saya meloncat dengar kata-katanya, buat saya itu terasa subversib."maksudnya Kang?",,gini mas joko (baru kali ini saya dipanggil dengan taste nama jawa,,hehehe) tiap manusia akan menarikan tariannya masing-masing tak masalah tariannya sempurna atau tidak, lemah gemulai atau tidak, yang penting dia ikhlas menarikannya. "jadi tiap manusia tariannya gak sama kang?",,,injih mas. Jadi kalau orang lain menarikannya salah-salah atau kaku atau malah patah-patah seperti gaya break dance, Tuhan tetap tersenyum. Jadi bagaimana mungkin kita boleh memvonis tarian orang lain salah benar gara-gara kita juga tidak bisa menarikan tarian yang betul, padahal Tuhan telah menitahkan bahwa setiap orang lahir ke dunia akan membawakan tariannya masing-masing. Kalau kita masih mempersoalkannya sama saja menyalahkan Tuhan secara tidak langsung dengan bilang : Tuhan tuh kasih tarian susah banget begini deh jadinya,,,,Gilaa,,,jadi pusing rasanya.

Saya hanya ternganga; "mas,,,hidup bukanlah dilihat dari sebuah keindahan tarian, itu penting tapi dimata Tuhan ada keikhlasan apa gak, ada yang ikhlas menari sebagai petani, saat beranjak kaya dia malah pongah, ada yang pintar menari sebagai orang kaya, saat jatuh dia  malah sakit2an.".
Jadi kang, kata saya: hubungan kausalitas dengan tarian apa? ,,,mas joko,,,kalau kita peka,,kita hanya diminta menarikannya,,gak perlu belajar kita hanya disuruh menirukan tarian Tuhan dan itu sudah ada di depan mata spiritual dan mata wadag kita, jadi kenapa harus menyalahkan orang lain bahkan DIA kalau kita tidak sempurna menarikannya. Hmmm,,saya manggut-mangut sambil memandang wajah Kang Karmani, ada wajah yang tidak bisa disembunyikan, wajah yang tulus suatu hal yang jarang saya temui akhir-akhir ini.











Rabu, 05 Maret 2014

jalan sunyi

di jalan jalan sepi ku menemui mu
dan kita hanya memandang seraya diam dan enggan
didepan ilalang mengusik dengan bunganya yang terbang terbawa angin
entah kenapa kita sibuk dengan pikiran masing-masing
sembari tangan hanya bergulat sendiri
kita menebak nebak apa yang ada setelahnya
sunyi,,,yaa,,yang ada hanya sunyi
sembari bergumam lamat-lamat dirimu berkata
hujan akan hilang sebentar lagi,,,
aku hanya mengangguk
selebihnya hening

Jumat, 28 Februari 2014

hujan akhir februari

hujan akhir bulan ini
disapanya dengan lembut daun-daun
dibisikinya tentang kabar yang dibawa dari langit
seolah berkata: kelembutan yang dibawa dari Tuhan
meninggalkan sisa kesejukan setelah amarah panjang
daun itu pun mengangguk angguk seperti mendoakan
dalam ritmis disapunya sisa debu hingga jatuh ke tanah
yang ada kembali meniada, berawal dari sunyi kembali hening



Rabu, 26 Februari 2014

Masa depan

Masa Depan,,,
Ingin masa depan anda baik? pertama anda harus definisikan masa depan anda seperti apa? mungkin pengen bebas secara finansial, mungkin pengen bisa keliling dunia tanpa takut kekurangan biaya, atau mungkin anda bisa membeli apa yang anda suka tanpa terhambat dengan uang, atau bebas dari rasa ketakutan, sehat dan tentram.

Tidak ada yg salah dengan keinginan itu anda hanya harus mewujudkannya mulai sekarang. Caranya? kerja keras?mengumpulkan uang dengan menabung dari sekarang? atau memulai merintis membuka usaha dan menjadi entrepreneur? semua sah-sah saja kalau itu memang cara yg bagus yg anda bisa mulai sekarang. Permasalahannya adalah: seberapa konsisten anda mencapai keinginan untuk menjadikan masa depan anda gemilang.

Dalam banyak hal, orang boleh menggebu bicara tentang masa depan, berbicara tentang hal diluar dirinya namun lupa tentang menata yg ada didalam. Maksudnya anda harus menyiapkan diri saat anda ada disana kelak. Pepatah bilang : Guru itu baru ada setelah ada murid,,,artinya kelimpahan itu baru ada setelah anda menyiapkan diri untuk mengemban kelimpahan itu. kalau tidak anda hanya akan ttp menjadi secangkir tdk bisa se-ember. Lantas apa yg hrs dilakukan untuk membuat diri ini mengembang dr cangkir kecil menjadi ember mungkin gentong atau lbh bsr lagi?

Ada 3 hal yg hrs dilakukan: 1. Anda hrs memiliki KONSISTENSI dgn mimpi anda, dan itu butuh kedisiplinan (suatu yg sgt jarang skr ini) 2. Anda hrs JUJUR  dgn segala kelebihan dan kekurangan anda, sehingga saat ini menjadi habbit, nilai ini tdk saja menjadi keseharian namun memancar disegala aktifitas anda. 3. Anda hrs memiliki rasa TANGGUNG JAWAB terhadap diri sendiri dan org lain shg anda akan memiliki rasa percaya yg tinggi atas semua hal yg anda lakukan.
3 hal tersebut bisa disingkat KONJUTA(KONsitensi JUjur TAnggung jawab)

Setelah 3 hal tersebut telah menjadi habbit anda, maka anda akan tiba pada pemahaman tentang diri sendiri yang berujung pada 3 hal juga yaitu :
1. SYUKUR : syukur adalah sebuah sikap yg menjadikan anda sll berterimakasih atas kondisi apapun yg di berikan Sang Maha Hidup pada kehidupan diri anda, mau sedih oke, senang apalagi, mau diberi kekurangan no problem aplg diberi kelebihan.
2. IKHLAS : saat anda mampu mensyukuri semua kondiri yang ada pada diri anda, anda akan tiba pada situasi ini, ikhlas terhadap fluktuasi hidup, carut marut sikon anda.
3. RENDAH HATI : muara dari 2 hal diatas menjadikan pribadi anda org yg rendah hati.3hal ini kita singkat menjadi SIR

Lantas, jika anda telah melakukan Konjuta dan Sir apa masa depan kita langsung terbentang indah? jawabannya adalah TIDAK karena itu hanya sebuah perangkat lunak aliasa software dalam diri dan kalbu anda. Perangkat lunak sebagus apapun akan sgt tergantung dr program yg dibenamkan pada diri ini. So,,,program apa yg ada dalam diri ini,,,kembali pada tujuan masa depan anda,,intinya begini,,,saya kutip dari omongannya cak Nun alias emha :
",,,jika kamu menginginkan duniamu pasti akan tercapai,,,namun jika kamu menginginkan akhiratmu,,,maka duniamu dan akhiratmu juga tercapai,,,"

Nah,,,sudah jelas kannn,,,ada dua pilihan semua tergantung anda namun satu hal hrs saya sampaikan, penelitian terbaru tentangt fisika kuantum, sebuah entitas, disebut materi atau cahaya tergantung kita yg melihatnya, kalau pikiran kita bilang itu gelombang maka ia akan berbentuk gelombang, kalau pikiran kita itu materi atau zat maka itu akan berbentuk zat. Artinya benda sepadat apapun menurut fisika kuantum ia adalah gelombang yang mampat. Jadi benda padat yang bisa kita raba sebenarnya adalah gelombang dan hampa.

Jadi sekarang jelas masa depan yg bagaimana yang kita inginkan, semua sangat tergantung pada diri anda sendiri.

metamorfosis

saat kulihat daun itu tanggal satu-satu
seperti awal pengembaraan menuju sang ada
ketika tiba dimana entah tak satupun bisa menerka
engkau  menjalani laku itu dalam diam
katakan kalau angin hanya menuntaskan tugasnya
seperti telah dititahkan kepada waktu
jika kelak tiba saatnya, serpihan sisa diri
akan lenyap dalam genggamanNya
melebur menjadi cahaya dan meniada

suatu pagi

suatu pagi aku menemukanMu dalam sunyi
bukan hampa yang isinya pedih
hanya rasa tenteram yang tak terkira
dan diri seperti lenyap dihadapanNya
menjadi cahya yang kemudian menghilang pada malam tiba





Kamis, 20 Februari 2014

ketika debu

ketika debu itu menerpa wajah
pucat pasi bercampur hitam kelabu
diam pun seperti memberi senyum
senyum terakhir yang bisa kau beri
seolah berbisik: kelak hujan akan membersihkannya
tak usah mengeluh kalau ini berkah
dan mata itu perlahan terpejam
seketika malaikat bersayap terbang melesat ke angkasa
aku tahu apa itu maknanya