Sabtu, 26 Mei 2012

belajar pada air



kehidupan serupa siklus air
berawal dari laut, menjadi awan dan hujan
lewati liku telaga dan kelok sungai
mampir di gerbang sunyi bernama muara
kembali ke asal menuju lautan
dari awal kembali ke awal
dari rendah meninggi kemudian merendah
kesempurnaan yang hakiki
dari tiada menuju tiada

jadi, kenapa harus takut menjadi tiada
kenapa harus meronta untuk selalu meng-ada
mengapa harus ada kepedihan
kalau semua itu bentuk cinta
berjalan dari air menjadi awan dengan ikhlas
dari awan menjadi hujan dengan rela
bermesraan dengan kelok telaga dengan mesra
sebelum kembali ke asal
menuju laut
tempat semua kasih sayang berada

Jumat, 25 Mei 2012

apapun

saat gamang memberatkan hati dengan penatnya kehidupan
kemana berlari kalau bukan menuju Sang Maha Sunyi

saat jalan harus berubah karena gelap yang samar
kemana kerisauanmu kau bawa kalau bukan menuju Cahaya Sejati

apapun dirimu hari ini, limbung atau retak diwajah dan hati
sejauh berjalan hanya untuk menafikan diri sendiri
Tuhan tetap sayang padamu, jadi kenapa harus malu untuk katakan rindu

engkau hanya perlu berhenti sejenak, menghela nafas dalam-dalam
engkau hanya perlu duduk dengan wajah menengadah
disana hatimu menunduk dan mengingatNya dengan indah

sebab sejauh-jauh dirimu berjalan selalu kembali menuju cahaya
seperti sungai yang kembali ke lautan setelah lewati liku
tempat semua buram kehidupan terurai menjadi kedamaian


Kamis, 24 Mei 2012

ketika aku merinduimu

kamu tahu seberapa jauh jarak surga dengan dunia sayang,,,
hanya sekelebatan rindu saat wajahmu mampir dalam mimpiku
kamu tahu seberapa dekat jarak surga dengan dunia sayang,,,
hanya sekedipan mata saat cintaku melayang 

jadi, kalaupun hari ini merinduimu
hanya jelmaan sayang menyentuh dinding kalbu
kadang aku bisa melihat candamu
tertawa dengan lesung pipit dan rambut pendek berderai 
menjadi keseharian dirimu bahagia
(yaa,,aku tahu tak ada lagi kepedihan disana)

bukankah surga-dunia teramat dekat sayang
seperti dua rumah berbeda halaman
Tuhan pernah katakan bukan,,,: AKU teramat dekat denganmu
jadi kenapa harus mengira surga-dunia seperti menjauh,,,

kalau jarak, waktu menjadi pemisah semu
bukankah cinta mendekapnya dengan  rela
kelak saat engkau berjanji menunggu di gerbang surga
bilang sama Tuhan sayang,,,,
aku tak betah menunggu terlalu lama

(Ayah tahu dirimu sudah besar disana, kadang merasa kamu bisa melihat apa yang ayah lakukan disini, saat tersenyum, cemberut dan engkau hanya tertawa, Adinda Syifa Fadhillah,,,kamu harus tahu nak,,cinta tak bisa dikalahkan oleh jarak dan masa,,,love you )





Rabu, 23 Mei 2012

ujung sunyi

berjalanlah dengan kelok yang elok saat engkau mengarungi hidup
mengapa harus ada kebencian dan sumpah serapah akan hidup ketika kalah
di lain waktu tersenyum kemenangan seperti akhir tersisa
bukankah ada hari esok tempat harapan diletakkan dalam prasasti suci

berjalanlah mengarungi sunyi andai semua kesedihan dan sesal tak bisa tertawarkan
hanya dengan hening semua lenyap dalam genggaman
tak ada atas-bawah, tawa-duka, masa lalu-masa depan
hanya ada kesadaran berjalan menuju sejati yang paling sejati

saat tiba di ujung sunyi
hatimu hanya perlu bersujud
dari ada meniada, dari tiada meniada
engkau pun lenyap menjadi cahaya





uncle cassidy

Lama tidak ketemu Gur Pan, saya terkejut sekaligus menahan tawa saat bertemu beliau di sebuah Mall bersama sekumpulan ABG sedang atraksi suffle dance. Terkejut karena cukup lincah juga beliau menggerakkan kaki mengikuti lagu kalau tidak salah : Party Rock Anthem, dengan topi terbalik. Belum lagi dengan asesoris ponsel mengkilat warna hijau metalik yang dicangklong di leher terlihat bergaya, Saat saya sapa dengan menahan tawa, beliau malah nyengir dan begitu semangat tidak kalah dengan ABG yang mengikutinya. Selesai itu saya diseret ke tepi duduk di bangku dengan beribu pertanyaan yang siap meluncur ."jangan tanya dulu, aku hanya menemani mereka dalam mengarungi kesunyian, menemani dalam mencari posisi kehidupan mereka" Gur Pan memulai percakapan. "aku sengaja ikut sekedar merasakan bagaimana menjadi yatim piatu dalam kehidupannya". Jadi mereka semua anak yatim Gur, tapi kalau saya lihat tongkrongannya seperti anak-anak berpunya."yaa,,,dalam harfiah mereka masih punya orang tua, tapi mereka menjadi yatim, saat kesibukan orang tua mengakibatkan mereka dizalimi secara kasih sayang, untuk hal yang mereka berhak mendapatkannya".

"Gur, tuh ponsel kenapa pake hijau metalik, dari jauh kelihatan cling,,,".
"bagus ga?". Gak ah,, norak, lum lagi mereknya bikin ketawa: Xi-Lau,,,bacanya jadi silau
"eeiit jangan salah ini ponsel murah dapat bonus casing lagi". Kenapa pakai yang beginian Gur?
"Why,,,why,,Gur?
"Broken wing,,,bukankah ini mewakili hidup sekarang, orang hanya terpaku dengan tampakan luar, casing luar yang kelihatan mengkilat, padahal dalamnya belum tentu"
"kenapa ponsel ditarik sama kehidupan Gur" saya mulai pusing
"aku sengaja ikut dengan anak-anak itu sekedar ingin rasakan betapa anak itu kehilangan pegangan sehingga aku ajak mereka ber-suffle dance ria sekedar mendidik apapun hidup ini tampilan luar hanyalah fata morgana, ada hal lain yang lebih bermartabat didalam sini, dan saya kagum anak-anak itu menerima dengan terbuka sehingga kesehariannya disibukkan bukan dengan bagaimana merias tampilan luar tapi mengisi dengan hal yang berguna"
"salah satunya yang sekarang ini Gur"
"broken wing, kamu lihat betapa banyak teman kamu yang memprioritaskan hidup dengan casing luar, tampilan luar akhirnya kebingungan hendak kemana hidup ini, mendambakan kebahagiaan cinta namun malah kepedihan yang disandangnya"
"aku sengaja ajak mereka ke mall sekedar menunjukkan pada anak-anak itu bagaimana mensyukuri kehidupan karena banyak orang di mall ini begitu pedih dalam hidupnya sehingga mereka mengisinya dengan asesoris raga yang tak saja menyesakkan tapi membuat mereka terjebak dalam kerinduan"
"kerinduan apaan Gur?"
"kerinduan akan hal yang sejati, cinta sejati, kehidupan sejati, dan anak-anak itu begitu bersemangat karena mereka tahu ini hal yang paling indah dan bermanfaat buat mereka"
"broken wing, kita memerlukan semuanya, harta, kekayaan, tampilan, dsb, tapi kamu harus tahu prioritas dirimu dalam hidup ini, ini pernah aku ajarkan kemarin itu kann"
"Yaa,,Gur,,makan ketika lapar, minum saat haus, tidur kalau mengantuk" Gur pan tersenyum.
"Gur satu pertanyaan terakhir: dimana letak keindahan hidup ini kalau saya disuruh untuk menahan hal yang bersifat raga, sedangkan tubuh ini ada ruh ada raga yang semuanya memerlukan makanan jiwa?"
"balancing wing,,,keseimbangan,,keseimbangan membuat hidup ini jadi indah, keseimbangan membuat kamu menemukan makna dan pesan spiritual dibalik setiap kejadian. Lakukan semua itu dengan total keikhlasan, awali tiap langkah kakimu mengarungi hidup dengan niatan kasih sayang seperti diajarkan Tuhan. Tuhan Maha Kasih, jalani hidup ini dengan cinta"
Tiba-tiba seorang ABG dengan rambut pirang menghampiri: "uncle cassidy,,,come on. udah ditunggu tuh,,lets dance again ".
"nama Gur Pan ganti jadi uncle cassidy?,,hahahaha.."saya tak kuat menahan tawa
"husshh itu singkatan cassing diluar"
"sippp gur,,eh uncle cassidy"
" awas kau..." kata Gur Pan sambil beranjak pergi
hahahaha,,,,,,,

Jumat, 18 Mei 2012

secangkir kopi


secangkir kopi menemani pagi
tiap tetesnya menjelma menjadi harapan
kalau tiap jejak perjalanan
yang diperlukan bukan apa-apa
kecuali sebuah janji pada kehidupan
yang membuat dirimu ada
dalam genggaman cahaya

secangkir kopi menemani pagi
tempat merenda laku hari
dalam jejaring  kebaikan
seperti mengukir prasasti dalam jejak Tuhan
apapun manisnya hidup
atau kepahitan yang ditemui
bukan untuk diratapi, hanya tapak-tapak untuk dikenang
sebelum akhir hari menemuimu
dalam kedamaian



ketika kau tak disini

ketika kau tak disini
hamba hanya berjalan
dengan jejak remang dan samar
meraba sekuat apapun jua
hanya berakhir di peluh putus asa
jadi,,,
peluklah hamba dalam kata-kata
kalau itu pun tak bisa
tunjukkan saja
jalan yang meniti pasti
biar hamba jalani sendiri 
sebelum waktu memberi tahu
diujung sana ada pintu
tiada

Dan,,,

Dan,,,
perjalanan mengarungi keinginan
berakhir dalam kata-kata :
semoga,,,
bukankah indah
saat semua berakhir tanpa tanya
seperti melukis awan tanpa warna
yang ada hanya tatapan tanpa dosa

Dan,,,
kemana selanjutnya?
karena dengan diam semua jadi sempurna
apa adanya,,,tanpa ada makna
indah?
yaa,,,
bukankah hidup sebenarnya mengarungi diri sendiri
kenapa meratapi raga karena tak bisa memberi bahagia
di luar sana,,

Dan,,,
saat tiba nantinya
ucapan yang paling indah hanya akan dimengerti dengan rasa
kalau sejauh dirimu berjalan
kelak hanya akan bertemu diri sendiri
dalam bingkai cahaya
dan dirimu menyebutnya
malaikat bersayap tak bernama

dekap hamba

dekaplah hamba
saat sepi ini mencapai puncaknya
seperti kekeringan yang tak saja reda
betapa untuk menyebut sebuah nama
harus lewati telusur sunyi tanpa rela

dekaplah hamba
kalau itu membuat jarak begitu hangat
dengan kelok yang bersahabat
biarkan ia menjadi hiasan mimpi tiba
tempat relung ikhlas menjelma jadi bunga



Sabtu, 12 Mei 2012

lirih

hanya ada dingin semalam
hanya ada segepok rindu tersisa
bukan untuk siapa-siapa
bisikkan saja pada relung terdalam
untuk hati yang mana
tempat semua cinta menjadi makna
sebelum ujung hari berkelok tajam
karena angin pernah bisikkan
lirih berkata
tatkala perjalanan mengenggam tanya
diam adalah bahasa bijaksana





Jumat, 11 Mei 2012

meniada dihadapanNya,,,


Perjalanan spiritual seperti sebuah lagu, ritme, nada, makna, jeda sunyi, semua tercakup dalam sebuah harmoni. Bohong kalau perjalanan itu hanya mendendangkan tawa belaka, sama seperti keindahan lukisan hanya meyisakan satu warna. Bohong jika berjalan kesana bermula dari "air yang bersih", perjalanan untuk menemukan kejernihan bermula dari kejenuhan terlalu sering menemukan "air kotor". Disana pula berusaha mencari kejernihan dengan menyuling air kotor menjadi bersih. Tidak ada air kotor yang ada air bersih terkotori. Untuk kesana bukannya tanpa godaan, banyak hal kadang hati ini seperti ditarik ke belakang untuk mengurungkan niat itu, ada godaan marah, benci, dan yang paling terasa adalah ketakutan.

Beruntung, jendela besar bernama Gede Prama selalu mengisyaratkan, perjalanan apapun selalu menghadirkan hal diatas, satu-satunya untuk menerimanya adalah dengan keikhlasan secara total. Belajar ikhlas, inilah yang hari ini dilakukan.Dalam hati memang pernah berjanji sebuah perjalanan apapun yang  dilewati, tangis, tawa, apapun ronanya, akan ditulis berupa selusur kata Namun setelah jauh berjalan baru mengerti, perjalanan "sunyi" , sebuah usaha menemukan pesan spiritual kadang tidak bisa terwakili secara utuh oleh  "kata-kata". Dan saya juga berjanji, dalam setiap tulisan, kalau tidak terpaksa, untuk mengurangi kata "saya" kecuali itu menggambarkan obyek, bukan subyek, karena takut terjebak dalam lingkaran ego yang membatasi kejernihan.

Ikhlas secara total hanya bisa terjadi ketika semuanya, kesedihan dan tawa diterima, kata Gede prama, dengan : kasih-sayang. Jujur agak terkejut, karena sebagai muslim, setiap gerak aktifitas memulai hari sampai hal terkecil seperti makan-minum selalu mengucapkan kalimat kasih sayang dan diakhiri dengan kebesaran Tuhan yang mewujudkan dunia ini dengan cinta. Jadi perjalanan menemukan kejernihan selalu diawali keikhlasan total dengan cara kasih-sayang. Ujung semua itu adalah cinta.
Lantas, perjalanan sunyi yang berujung (pemahaman saya) menemukan kejernihan spiritual akhirnya akan berakhir seperti apa? karena masih perlu banyak belajar, yang dipahami akhir semua ini  adalah menemukan kesadaran diri, sebuah puncak kesempurnaan . Takjubnya, kesempurnaan itu adalah wujud cinta dengan meniada dihadapanNya dan terwakili oleh angka nol. Berawal dari tiada kembali meniada, itulah kesempurnaan entitas bernama manusia, dan itu indah.

Rabu, 02 Mei 2012

kesadaran dan keberadaan

keberadaan
ketika dirimu menjadi,,,
potongan keinginan yang tak kuasa henti
kebencian, marah dan sumpah serapah
mewarnai hari dengan menangisi hidup yang kalah
di lain waktu dengan congkak
memamerkan keberhasilan semu tiada henti
hidup bergerak bersama dikotomi
dirimu terjebak kotak bernama keberadaan
yaa,,kotak tebal ego
mengasingkan jiwa dari semangnya
mengeraskan hati dari ibu kelembutan
kelak dirimu hanya akan menangisi kesalahan dan kekalahan
saat sang jiwa memilih pergi
menuju rumah sejati

kesadaran
saat dirimu menjadi manusia sebenarnya
ketika suara adzan mengukir hari dengan merdunya
saat terdengar dentang lonceng gereja
genta berdenting dari vihara
gemericik air dari sungai menuju lautan
cicit burung hembuskan ketentraman
dirimu menjadi sadar seutuhnya
maka ucapkanlah mantra:
senyum dan senyum apapun baik buruknya


tetes kafein terakhir malam ini

deras hujan di sudut samar
tetesnya mewarnai malam dengan ketukan sunyi
seperti malam-malam kemarin, selalu saja
kudapati diri melayang
bersama birahi nanar yang tertawan
anggukan rinduMu hanya bayang tak bertuan
saat mencoba meraupnya dengan genggaman
terasa sia-sia karena jarak yang maya
lirih ada suara lembut berkata :
dirimu hanya sepercik cahaya tanpa aura
jadi berjalanlah menyusuri hening
temukan telaga jiwa
tempat cinta sejati menanti disana