Senin, 07 November 2011

Titik Nol (re intro to depth)

Ada tempat yang paling saya sukai untuk persembunyian karena disana bisa "telanjang" apa adanya. Ditempat yang menurut saya begitu sunyi memberi ruang seolah jiwa keluar sebentar dari raga. Tempat yang paling menentramkan karena aura kedamaian begitu kentara. Ada tiga tempat favorit karena disana saya seperti 'bermeditasi' tentang segala hal.

Tempat pertama yang saya sukai untuk bersembunyi memulai hari adalah kamar mandi. Pagi hari saat titik-titik air dingin menyentuh seluruh permukaan tubuh seperti merenggut jiwa saya untuk keluar dari badan, disana juga seperti diberi tanda agar tiap pagi berucap terima kasih kepada orang yang disayang, disana pula terucap janji untuk melunasi hutang cinta pada mereka, anak, istri, orang tua dan orang yang memberi pengaruh pada kehidupan atas semua cinta yang mereka berikan sehingga saya menjadi seperti ini. Ada peyesalan karena saya terlalu disibukkan dengan pemuasan ego yang tak pernah putus, sehingga kadang mengabaikan mereka. Ditempat ini pula kejernihan muncul, sehingga semua masalah yang mengendap semalam menemukan solusi.

Tempat kedua yang paling menentramkan ada didalam mobil, saat jalan kemana saja sendiri kabin mobil seperti menjadi istana saya, begitu sunyi karena radio dan tape sengaja saya matikan. Saya seperti ada didalam kepompong tembus pandang dan berjalan. Pikiran mulai menari-nari ketika lalulintas yang sibuk menerpa wajah-wajah tanpa ekspresi, berkejaran dengan waktu. Saya tersenyum sendiri karena dulu pernah mengalami saat api ego saya begitu besar seperti api merah menyala-nyala. Hari ini api itu masih ada namun coba dikondisikan menjadi kecil dan membiru. Bedanya kalau dulu terlalu lelah berkelahi dengan diri sendiri, hari ini saya mencoba untuk bersyukur dengan kondisi apapun. Dapat rejeki bersyukur dicaci dan dibenci bersyukur (anehnya itu malah menentramkan).

Tempat ketiga dimana merasa sunyi adalah mushalla kecil dekat rumah, disana pula saya menghabiskan sejenak waktu untuk sekedar diam. Setelah pulang "ngantor" tempat itu menjadi semacam curahan apapun yang di alami hari ini. Ditempat itu pula selalu berdoa untuk orang yang saya sayangi agar Tuhan senantiasa menggamit tangan lemah mereka, senantiasa diberi kedamaian dan ketentraman, selalu dilonggarkan segala kesulitan dan dilapangkan segala harapan.
Di tiga tempat itulah saya seperti kembali ke titik nol, tempat paling sunyi dimana diri ini seperti me-tiada dihadapanNya, tempat sunyi paling mendamaikan. Entahlah setelah jauh berjalan saya kadang menyesal atas semua kekhilafan sehingga melukai orang yang saya sayangi. Hanya ditempat itu saya memiliki harapan untuk kembali berjalan kedalam, meminta kesempatan agar diberi waktu untuk melunasi semua hutang cinta saya pada mereka. Semoga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar